Kumpulan Informasi Tentang Kuliah

Saturday, May 16, 2020

Uji Daun Ketepeng dan Benalu untuk Obat Covid-19 oleh LIPI

2:37:00 PM Posted by Abdul Rohman 1 comment

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini mengembangkan dan telah melakukan uji keamanan di hewan untuk penggunaan obat herbal antiviral Corona COVID-19 berbahan daun ketepeng badak (Cassia alata) dan daun benalu (Dendrophtoe sp).

Dan hasilnya: "Kami sudah uji juga bahwa memang obat ini aman jika diberikan kepada hewan coba," kata peneliti Marissa Angelina bidang farmasi kimia LIPI  kepada ANTARA, Jakarta, Rabu malam, 13 Mei 2020, terkait obat untuk Corona Covid-19.

Dalam hal ini, LIPI bekerja sama dengan Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Kyoto University mengembangkan tanaman sebagai antivirus untuk pengobatan Corona Covid-19.

Melalui metode uji in silico yang digunakan dalam penelitian, terbukti senyawa-senyawa aktif yang terdapat di dalam daun ketepeng dan benalu aktif dalam menghambat pertumbuhan virus SARS-CoV-2, sehingga potensial dikembangkan menjadi obat antiviral virus corona jenis baru itu.

Senyawa-senyawa yang mempunyai aktivitas antiviral di dalam tanaman ketepeng dan benalu yaitu (1) kaempherol, (2) aloeemodin, (3) quercitrin, dan (4) qurcetin.

Selain itu juga ternyata, daun ketepeng juga aktif menghambat pertumbuhan virus dengue yaitu penyebab penyakit demam berdarah. Bahkan pengujian daun ketepeng terhadap virus dengue sudah melewati uji praklinis, dan hasilnya juga sudah dipatenkan.

Dalam penelitian LIPI sebelum pandemi Corona Covid-19, bahwa benalu bisa menjadi obat antikanker karena mengandung senyawa aktif yang bisa menghambat pertumbuhan sel kanker.
Marissa juga mengatakan benalu kaya akan kandungan senyawa qurcetin yang aktif menghambat pertumbuhan virus penyebab Corona Covid-19. "Secara komputasi dan bahkan itu data-data dari luar negeri pun menyatakan bahwa qurcetin ini aktif dalam menghambat virus SARS-CoV-2 secara in silico," Katanya.

Pengujian obat herbal antiviral Covid-19 itu baru sampai pada uji keamanan di hewan, namun belum pada uji praklinis yakni pada hewan model yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 karena memang belum ada yang bisa mengerjakannya di Indonesia.

Kata Marrisa "Sampai uji keamanan di hewan bahan obat herbal kita ini aman, namun uji praklinis yang di hewan untuk uji aktivitas SARS-CoV-2 pun belum bisa, belum ada yang bisa mengerjakannya di Indonesia,"

sumber: https://tekno.tempo.co/

Thursday, April 30, 2020

Benarkah olahraga dapat mencegah Covid19 ?

2:42:00 PM Posted by Abdul Rohman No comments

Meningkatkan kekebalan tubuh menjadi hal yang penting dan pesan yang  dikumandangkan saat pandemi virus Corona Covid-19. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencapainya adalah dengan olahraga.

Pakar penyakit menular dari Walter and Eliza Hall Institute, Australia yaitu Marc Pellegrini, ia menyebut kunci untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia adalah dengan vaksin.

Namun, karena saat ini belum ada vaksin untuk Corona Covid-19, maka banyak pakar kesehatan menganjurkan masyarakat untuk menjaga sistem imun dengan melakukan pola makan seimbang, olahraga yang teratur, dan tidur cukup.

Makanan memiliki nutrisi yang secara langsung berdampak pada kesehatan. Sementara aktivitas fisik dengan berolahraga membantu mengeluarkan bakteri dari paru-paru, serta mengurangi kemungkinan terkena flu, pilek, atau penyakit lainnya.

Menurut CEO Brownings Fitness, MaryAnn Browning "Olahraga juga mengurangi kadar hormon stres tubuh, seperti adrenalin dan kortisol.

"Kadar hormon stres yang lebih rendah dapat melindungi dari penyakit. (Olahraga) juga merangsang produksi endorfin, bahan kimia di otak yang merupakan obat penghilang rasa sakit alami dan pengangkat suasana hati,"

Banyak penelitian yang menunjukkan manfaat jangka panjang dari olahraga. Manfaatnya tidak hanya untuk sistem kekebalan tubuh, tetapi juga dapat menjaga kesehatan jantung dan paru-paru.

sumber: liputan6.com

Monday, April 27, 2020

Kota Semarang Bukan Memberlakukan PSBB akan tetapi PKM

3:54:00 PM Posted by Abdul Rohman No comments

Berbeda dengan kota lainnya, Kota Semarang memberlakukan PKM dan buka PSBB dalam rangka mengurangi penyebaran virus corona covid-19.

PKM singkatan daro Pembatasan kegiatan Masyarakat yang bertujuan untuk:
  1. Membatasi kegiatan tertentu dan pergerakan orang dalam menekan penyebaran corona viris covid-19 tanpa mengabaikan dampak psikologis masyarakat
  2. Meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran virus corona covid-19
  3. Memperkuat upaya penanganan kesehatan dan mengurangi pencirian negatif (stigma) di masyarakat akibat virus corona covid-19
  4. Mengurangi dampak ekonomi, sosial dan keamanan dari penyebaran virus corona covid 19
Ruang lingkup PKM menurut peraturan walikota adalah sebagai berikut:
  1. Pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat
  2. Bantuan sosial
  3. Partisipasi Masyarakat
  4. Pembinaan dan pengawasan
  5. Pendanaan
Pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat dilakukan dalam bentuk pembatasan aktivitas luar rumah yang dilakukan oleh setiap orang yang berdomisili dan / atau kegiatan di Kota Semarang.

Pembatasan aktivitas luar rumah dalam pelaksanaan PKM meliputi:
  1. Penghentian pelaksanaan kegiatan di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya
  2. Pembatasan kegiatan bekerja di tempat kerja
  3. Pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah
  4. Pembatasan kegiatan sosial dan budaya
  5. Pergerakan orang menggunakan moda transportasi
Untuk selengkapnya terdapat di peraturan WALI KOTA Nomor 28 Tahun 2020



Sunday, April 26, 2020

Jamu Empon empon buatan Nurcholis dapat mencegah Corona

2:02:00 PM Posted by Abdul Rohman No comments

Belakangan ini jamu empon empon atau rempah tradisional sedang naik daun karena jamu ini dipercaya bikin badan bugar dan sehat. karena penyakit virus Corona covid 19 ini tidak akan menyerang tubuh yang sehat.

Dengan bahan empon-empon Seperti jahe, kunyit, temulawak, sereh serta kayu manis, pengusaha jamu tradisional asal Banyumas membuat paket jamu khusus untuk meningkatkan daya tahan tubuh juga dipercaya sebagai penangkal virus korona covid-19. membuatnya sangat mudah dengan paket empon-empon, lalu ambil airnya untuk diminum .bahan rempah ini bisa direbus kembali dua hingga tiga kali.

selain terbukti berkhasiat jamu empon-empon buatan Nurcholis juga alami tanpa campuran bahan kimia berbahaya hal ini sudah dibuktikan oleh Kepala Kantor Pom Banyumas Suliyanto.

Selain menjualnya Nurcholis mengkampanyekan hidup sehat dan konsumsi jamu alami dengan membagikan jamu empon-empon pada warga sekitar. tujuannya agar warga terhindar dari penyakit termasuk terhindar dari paparan virus korona.

jamu empon empon dijual dalam 3 paketan, pembeli bisa pilih paket besar berisi empon-empon lengkap seharga Rp10.000, kemudian 2 paket  lainnya seharga Rp5.000.

sumber: Official NET News

Saturday, April 25, 2020

4 Obat Tradisional Pencegah COVID-19

9:54:00 PM Posted by Abdul Rohman No comments

Walaupun Kementrian Kesehatan RI sudah memberikan himbauan resmi terkait
dengan cara pencegahan Corona Covid-19, nyatanya masyarakat masih mencari
alternatif lain untuk pelindung tambahan. Melalui obat tradisional atau
herbal dapat mencegah virus covid-19 ada 4 yaitu:

1. Jamu empon-empon
Empon-empon merupakan kumpulan rempah yang terdiri dari jahe merah, temulawak,
binag kunyit, kayu manis, dan sereh. Campuran tersebut bisa meningkatkan
imun atau daya tahan tubuh, sehingga tidak sedikit orang yang mengonsumsinya
untuk cegah virus corona covid-19

2. Jeruk dan Kulitnya
IPB dan UI telah melakukan penelitian gabungan terhadap jeruk dan kulitnya.
dengan mengonsumsi jeruk dan kulitnya dapat mencegah virus corona covid-19,
karena kandungan pada jeruk dan kulitnya terdapat flavonoid berjenis hesperindin yang mampu
memberikan perlindungan untuk tubuh dari serangan bateri dan virus.

3. Jambu Biji
Jambu biji juga sudah diteliti oleh peneliti UI dan IPB, yang hasilnya bahwa
komponen yang dimiliki jambu biji terdapat senyawa hesperidin, rhamnetin,
kaempferol, kuersetin, dan myricetin. senyawa tersebut dapat melawan infeksi
virus corona

4. Daun Kelor
Banyak peniliti kampus yang meneliti daun kelor yang dapat mencegah virus corona,
karena senyawa yang terdapat dalam daun kelor dapat menangkal virus corona.

sumber: sehatq.com

Friday, April 24, 2020

Download WEB SERVER dengan XAMPP

4:37:00 PM Posted by Abdul Rohman No comments

XAMPP merupakan aplikasi paketan untuk web server. yang kependekan dari X Apache MySQL PHP and Perl, X mewakili sistem operasi, A untuk Apache adalah server web, M untuk MySql atau MariaDB adalah server database, P yang pertama untuk PHP adalah bahasa pemrograman untuk pembuatan aplikasi dan P yang kedua untuk Perl adalah bahasa pemrograman untuk membuat aplikasi juga. X menyatakan bahwa paket ini bisa untuk windows ataupun linux.

Dalam blog ini kami menyediakan versi xampp-win32 1.8.2-0 vc9 untuk perkuliahan/praktikum, silahkan download DISINI.

Master xampp diatas untuk windows 32 bit, jika ingin menggunakan 64 bit dan versi xampp terbaru, bisa download di situs resminya yaitu: http://xampp.org atau http://bitnami.com

Demikian referensi download aplikasi web server XAMPP

Tuesday, April 21, 2020

WHO Memperingatkan Ancaman Gelombang 2 Virus Corona

3:28:00 PM Posted by Abdul Rohman No comments


Organisasi kesehatan Dunia, WHO memperingatkan akan adanya ancaman gelombang kedua wabah virus corona  COVID 19.

Menurut Dirjen WHO, Thedros Adhanom Ghebreyessus kini setiap negara didunia harus melakukan langkah isolasi, test,lacak dan rawat untuk mencegah Pandemi Covid-19 semakin memburuk. (sumber CNBC Indonesia, kamis 19/03/2020)

Presiden Tiongkok xi Jinping memperingatkan warganya terhadap resiko gelombang kedua pandemi covid-19. Xi mendesak pemerintahtiongkok untuk berhati-hati mengawasi impor beras dari luar negeri (sumber: metronew 10 April 2020)

Jumlah kasus corona di China naik lagi. Bahkan kenaikan mencapai 2 kali lipat kumlah. China sebelumnya sudah berhasil
meredam penyebaran Corona covid-19 kini kembali kenaikan kasus 2 kali lipat. (sumber CNBC 13/04/2020)

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 108 kasus baru virus corona covid-19 dalam 24 jam pada minggu 12/04/2020. jumlah tersebut
merupakan penemuan kasus harian tertinggi dalam sebulan terakhir (sumber: tvonenew)

Sunday, April 19, 2020

Pengertian JQUERY adalah

10:05:00 PM Posted by Abdul Rohman No comments

Pengertian JQUERY dalam pemrograman web merupakan salah satu sekian banyak JavaScript library, adalah kumpulan fungsu JavaScript yang siap pakai, sehingga mempermudah dan mempercepat dalam membuat kode JavaScript.

Dengan menggunakan JQUERY , script JavaScript yang panjang dapat disingkat menjadi beberapa baris kode aja.

*Kelebihan JQUERY

Dibandingkan dengan pesaingnya seperti Prototype, Mootools, YUI dan library JavaScript lainnya. JQUERY memiliki kelebihan tersendiri. Berikut beberapa alasan mengapa harus memilih JQUEY dibandingkan dengan yang lainnya.

1. JQUERY telah banyak dipakai oleh website-website terkemuka di dunia.
2. Kompatible dengan semua browser yang sering digunakan
3. Kompatible dengan semua versi CSS
4. Dokumentasi, tutorial dan contoh-contohnya lengkap
5. Didukung oleh komunitas yang besar dan aktif
6. Ketersediaan plugin yang sangat banyak jumlahnya
7. Filenya hanya satu dan ukurannya kecil, sehingga cepat aksesnya
8. Open Source (gratis) dengan lisensi dari GNU General Public License dan MIT Lisensi

sumber: Rohi Abdulloh

Sunday, April 12, 2020

PREDIKSI BERAKHIRNYA COVID 19 DI INDONESIA MENURUT BIN DAN PENELITI DI KAMPUS

9:25:00 AM Posted by Abdul Rohman No comments

Pada tanggal 13 Maret 2020, Badan Intelijen Negara (BIN) memperkirakan puncak persebaran virus corona covid-19 di Indonesia terjadi pada Mei 2020. Perhitungan tersebut di dasarkan berdasarkan hasil simulasi permodelan pemerintah terhadap data pasien Covid-19, yang disampaikan oleh Deputi V BIN yang bernama Afini Noer . Ia menjelaskan, untuk masa puncak penyebaran virus corona kemungkinan terjadi dalam 60–80 hari setelah kasus pertama terkonfirmasi.

Selain itu juga pada pemberitaan pada hari Jumat tanggal 3 april 2020), BIN juga memperkirakan puncak akan terjadi pada Juli 2020. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Penyebaran Covid-19 di Tanah Air akan mencapai 106.287 kasus. Merujuk data perkiraan tersebut, kasus Covid-19 akan mengalami peningkatan  dari akhir Maret sebanyak 1.577 kasus, akhir April sebanyak 27.307 kasus, 95.451 kasus di akhir Mei dan 105.765 kasus di akhir Juni.

ITB pada tanggal 19 Maret 2020 memprediksi mengenai puncak kasus harian persebaran covid-19 akan berakhir pertengahan bulan April 2020. Saat itu, pandemi diperkirakan berakhir saat kasus harian berada di angka 600 pasien. Perhitungan ini dilakukan dengan perhitungan sederhana menggunakan model Richard’s Curve.

Pada 23 Maret 2020, ITB melakukan revisi lantaran data masukan yang digunakan sebelumnya terjadi perubahan yaitu waktu estimasi titik puncak penyebaran berubah menjadi sekitar akhir Mei atau awal Juni 2020.

Pada hari rabu tanggal 1 April 2020 Ilmuwan Matematika Universitas Sebelas Maret, Sutanto Sastraredja memprediksi puncak Covid-19 terjadi pertengahan Mei 2020. Sementara,  akhir pandemi dinilainya bergantung pada kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Perhitungan ini berdasarkan  matematis dinamika populasi Covid-19 menggunakan model SIQR, parameter dimasukkan dalam rumus hingga bisa dihitung kecepatan orang yang sudah terinfeksi dan masuk karantina.

Pada hari rabu tanggal 1 april 2020, Guru Besar Statistika UGM Prof Dr rer nat Dedi Rosadi, alumni MIPA UGM Drs. Herivertus Joko Kristadi, dan alumni PPRA Lemhanas RI Dr Fidelis I. Diponegoro menyampaikan perkiraan prediksi puncak penyebaran Covid-19 menggunakan model probabilistik yang didasarkan atas data real. Penambahan maksimal total penderita per hari adalah sekitar minggu kedua April 2020.  Kisarannya, pada 7 April-11 April 2020 dengan penambahan kurang dari 185 pasien per hari. Perkiraan, tersebut memperlihatkan jumlah penambahan akan terus menurun dan pandemi akan berakhir usai 100 hari yakni sekitar 29 Mei 2020. Adapun maksimal total penerita positif Covid-19 dari perhitungan ini adalah sekitar 6.174 kasus.

sumber: kompas.com

Sunday, March 29, 2020

JUS JERUK TANGKAL COVID 19 MENURUT PENELITIAN

8:33:00 PM Posted by Abdul Rohman No comments

Siaran Pers
IPB University
No 265/SP.BIRKOM.IPB/III/2020
Bogor, 27 Maret 2020

Tangkal COVID-19, Minum Jus Jeruk dengan Kulitnya

Saat ini wabah COVID-19 sudah merebak dimana-mana. Lalu, bagaimana kita menyiapkan diri untuk menghadapinya?  Banyak cara yang bisa kita lakukan termasuk sering-sering cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak sosial, berdiam diri di rumah dan lainnya. Menjaga kesehatan agar tidak mudah diserang oleh virus ini tentu merupakan bagian yang tidak terlepas untuk kita lakukan.

Tim periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Farmasi UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dan Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University telah melakukan penelitian bioinformatika untuk menemukan senyawa yang berpotensi untuk melawan COVID-19.

“Senyawa tersebut adalah golongan flavonoid yaitu salah satunya hesperidin. Hesperidin ini disinyalir bisa memberikan perlindungan terhadap mikroba dan virus. Dimanakah kita bisa mendapatkan senyawa ini? Senyawa ini banyak ditemukan di kulit buah jeruk. Jadi selama berdiam di rumah, kita dapat membuat jus jeruk dan jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih. Memang akan terasa sedikit pahit. Nah tahanlah sedikit rasa pahit ini karena ini menunjukkan hesperidin ada di dalamnya,” ujar Guru Besar IPB University yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Prof Irmanida Batubara.

Untuk yang kurang sanggup mengonsumsi yang pahit, bisa membuat infus water dari jeruk beserta kulitnya. Beberapa senyawa dari kulit jeruk akan larut dalam air sehingga juga terkonsumsi oleh kita. Jangan lupa jeruknya dicuci bersih terlebih dahulu.

“Semua jenis jeruk mengandung hesperidin. Jadi tidak harus jeruk buah, kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk lainnya,” tambahnya. (zul)


Keyword: Jeruk, Hesperidin, Tangkal Covid 19, TropBRC, Biofarmaka, IPB University, Prof Irmanida Batubara
========================
Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id
http://ppid.ipb.ac.id
http://greencampus.ipb.ac.id
Telp: 0251-8425635
WA : 0813-1911-7875
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversitySiaran Pers
IPB University
No 265/SP.BIRKOM.IPB/III/2020
Bogor, 27 Maret 2020

Tangkal COVID-19, Minum Jus Jeruk dengan Kulitnya

Saat ini wabah COVID-19 sudah merebak dimana-mana. Lalu, bagaimana kita menyiapkan diri untuk menghadapinya?  Banyak cara yang bisa kita lakukan termasuk sering-sering cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak sosial, berdiam diri di rumah dan lainnya. Menjaga kesehatan agar tidak mudah diserang oleh virus ini tentu merupakan bagian yang tidak terlepas untuk kita lakukan.

Tim periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Farmasi UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dan Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University telah melakukan penelitian bioinformatika untuk menemukan senyawa yang berpotensi untuk melawan COVID-19.

“Senyawa tersebut adalah golongan flavonoid yaitu salah satunya hesperidin. Hesperidin ini disinyalir bisa memberikan perlindungan terhadap mikroba dan virus. Dimanakah kita bisa mendapatkan senyawa ini? Senyawa ini banyak ditemukan di kulit buah jeruk. Jadi selama berdiam di rumah, kita dapat membuat jus jeruk dan jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih. Memang akan terasa sedikit pahit. Nah tahanlah sedikit rasa pahit ini karena ini menunjukkan hesperidin ada di dalamnya,” ujar Guru Besar IPB University yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Prof Irmanida Batubara.

Untuk yang kurang sanggup mengonsumsi yang pahit, bisa membuat infus water dari jeruk beserta kulitnya. Beberapa senyawa dari kulit jeruk akan larut dalam air sehingga juga terkonsumsi oleh kita. Jangan lupa jeruknya dicuci bersih terlebih dahulu.

“Semua jenis jeruk mengandung hesperidin. Jadi tidak harus jeruk buah, kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk lainnya,” tambahnya. (zul)


Keyword: Jeruk, Hesperidin, Tangkal Covid 19, TropBRC, Biofarmaka, IPB University, Prof Irmanida Batubara
========================
Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id
http://ppid.ipb.ac.id
http://greencampus.ipb.ac.id
Telp: 0251-8425635
WA : 0813-1911-7875
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==